Thursday, 26 October 2017

DRAMA QUEEN? ME? well yeah, you got it right

 

"...YOU'RE MORE OF A DRAMA QUEEN THAN I AM,"


wow! brillian!
akhir-akhir ini lagi sibuk nonton GLEE... daaann.. Yup! I think I can relate, somehow... I am a self-proclaimed-drama-queen-type myself, I think.. LoL.


enjoy... ><

oh, and this scene is from Glee season 1 ep 14 btw

Wednesday, 6 July 2016

the CHILDREN

"Suatu hari, ia akan menemukan kebebasannya... dan meninggalkan kita. Itulah yang akan terjadi. Percayalah. Aku tahu. Karena aku begitu mengenalnya. Lebih dari siapapun.
Dia akan meninggalkan kita. Itulah yang akan terjadi.
Dia akan sangat kehilangan kita, tapi dia akan menjemput kebebasannya. Dia HARUS merengkuh kebebasannya.
Karena itu adalah apa yang selama ini diam-diam didambakannya. Meski dia tak pernah benar-benar mau mengakuinya. Aku tahu itu.
Aku tahu. Karena kau tahu? Aku mengenalnya lebih baik dari siapapun.
Kita sudah mencintainya. Mau tak mau, kita sudah membiarkannya mengakar dihati kita.
Kita tidak akan benar-benar bisa merelekannya, kepergiannya. Tapi kau tahu betul kita harus melakukannya.
Karena itu akan menggenapkan hidupnya. Karena kebebasan akan memberinya petualangan. Membuatnya mengerti bagaimana menyikapi pilihan, secara bijak. Aku tahu aku harus merelakannya.
Tidak akan mudah pada awalnya. Tidak pernah mudah. Tapi dia akan memahami, ketidak-mudahan dalam hidup... itulah yang dia butuhkan
untuk mengenali bahagia. Dan puji syukur.
Kebersahajaan... dan damai. Pergilah, Nak. Karena hidup akan mengajarimu banyak hal.
Dan jangan pernah lupakan Rabb-mu... kau mungkin akan butuh banyak hal, tapi tidak ada yang lebih penting dari cinta dan ridha-Nya"
Tak berselang berapa lama,
mimpi-mimpi mengabur dibalik benderang nyata.
Rupanya aku tak sebegitu beruntung, meski aku sangat beruntung.
Menemukanmu
tepat disaat segalanya nyaris berantakan.
Menemukanmu
tepat disaat hidup tak sebegitu menguntungkan. Dipertemukan denganmu.
aku menantikannya.
oh Rabb...

Tuesday, 19 May 2015

the sunflower thing

Sore ini, tiba-tiba aku merindukan banyak orang. Tidak biasa. Sungguh hal yang sangat tidak biasa. Mungkin karena ada begitu banyak waktu luang. Mungkin karena ada kewajiban---ah! Keharusan, yang belum tertuntaskan.

Dan fakta, bahwa aku terus berkata pada diriku sendiri bahwa hal yang penting itu tidaklah benar-benar penting.

 Membicarakan diriku sendiri... haha...

Bukan hal yang mudah untuk  bisa benar-benar jujur, bahkan pada dirimu sendiri. Ada... memang ada, hal-hal... yang tidak harus ‘diucapkan keras-keras’. Ada hal-hal yang secara tidak sadar kita ketahui ada, tapi tidak harus selalu diakui keberadaannya. Bahkan oleh dirimu sendiri.

Munafik. Memang manusia diciptakan salah satunya dengan dibekali potensi sifat yang satu itu. Karena itulah munafik itu manusiawi. Karena itulah merendahkan orang dalam keadaan munafik itu ‘cetek’.. dangkal.

Toh orang tidak munafik selamanya. Toh memang ada saat-saat, dimana dibutuhkan kepalsuan agar hidup tetap pada tempatnya.

Karena setiap orang menjalani jenis kehidupan yang berbeda-beda.

Karena setiap manusia ditakdirkan menghadapi hal-hal ... mengatasi tantangan-tantangan... dengan  ‘cara’ mereka masing-masing. Berdasarkan kemampuan, pemahaman, pengetahuan, dan ketahanan masing-masing.

Jadi apa salahnya menjadi munafik (sesekali), jika itulah satu-satunya cara yang diketahui?


 Apa salahnya...  mengabaikan kesadaran yang menggelitik, dan menutup telinga dari diri sendiri.. jika itu yang memang dibutuhkan untuk bertahan..