Monday, 6 September 2021

Di Bawah Benderang Cahaya Kita Berdiri

Tulisan-tulisan ini, aku tidak tahu apakah kau akan menemukannya suatu hari nanti.
Apakah kau akan membaca,
goresan-goresan tak beraturan yg kuselipkan di belantara maya.
Aku berharap kau membacanya, tp aku juga berharap kau tidak membacanya.

Akhirnya, dirimu mengejawantah dalam sebentuk rupa. Nyata. Dihadapanku.
Akhirnya, tirai tersibak di hadapan. 
Di bawah benderang cahaya engkau berdiri. Nyata. 
Matahari tak lagi ada di belakang pundakmu, dan tirai tak lagi ada diantara kita. 
Setidaknya, sejauh ini, 
kukira itulah dirimu.

Aku. Haruskah aku menjelaskan diriku? Perlukah kusampaikan, betapa aku, jauh di tempat-tempat yg kusembunyikan, hanyalah.. seorang pemimpi pincang yg baru saja terjun bebas ke lumpur 'kebiasaan buruk'? Perlukah ku katakan itu padamu..?
....
Aku, memilih untuk tidak mengucap sepatah kata tentang itu. Aku tahu kau akan menyadarinya. Nanti.
Cepat atau lambat.
Kau akan melihatnya. Diriku seutuhnya.
...aku tahu itu tidak adil. Bagimu. 
Tapi, disamping pemimpi-pincang-buruk-penuh-kotoran itu, kau harus juga melihat sisi diriku yang 'kubanggakan'. 

Di bawah benderang cahaya kita berdiri, akhirnya. 
Kepastian dan keraguan tergambar di dua pasang bola mata. Kegelisahan bisa kurasakan mengambang diantara naik turun buncah perasaan... di bawah benderang cahaya kita berdiri.
Saling membaca. Saling menerka. 
Kepastian membentuk dua senyum simpul. 
Kau kah orang itu untukku?
Aku kah orang itu untukmu?
Hanya Allah yg tahu pasti. Tapi aku telah memutuskan. Demikian juga dirimu.
Dalam benderang cahaya kita berdiri,
..dengan menyebut nama Allah yg maha pengasih lagi maha penyayang kita memulai, perjalanan ini. 


Tuesday, 3 August 2021

..di sisi Ibumu..

Bersanding di sisi Ibumu, sudah selayaknya aku menempatkan diri di urutan kedua. Memang begitulah Rasulullah mengajarkan. 

Aku akan berusaha. Sebaik-baiknya. Insyaallah.

Toh di hatiku pun, harus ku akui, yang paling utama
masih dan akan selalu Allah.
Aku berjanji akan menempatkanmu di atas, toh engkaulah belahan jiwa teman seperjuangan mengarungi separuh sisa hidupku. Sudah selayaknya aku mengandalkanmu. Sudah sewajarnya kita saling menjaga. Menempatkanmu di tempat-tempat teratas, di antara -- kalau tidak di atas, orang-orang terkasih dalam hatiku. Hidupku.
Tapi Allah.. dan rasul-Nya, karena kau juga mencintai mereka seperti diriku yg sepenuhnya menyandarkan hati dan hidup pada-Nya... kurasa engkau akan mafhum. Aku tahu engkau pasti mafhum.

Sejauh ini. Selama ini, aku selalu berpikir, panjangnya penantian ini. Betapa aku telah begitu lama, menunggu. Berharap. Menebak. Berharap lagi. Menunggu lagi. Menerka-nerka, akankah aku di beri kesempatan bermain peran denganmu di dunia. Ataukah, akhiratlah tempat kita bertemu. Menunggu. Bertanya-tanya. Lalu merelakan. Menyerahkan sepenuhnya pada Allah. Apapun itu, jika itu dari Allah, aku ridha. Aku bahagia. Toh  Allah-lah yg paling penting di atas segalanya. Melewati 30 tahun separoh usia, untunglah Allah membuka mata hatiku terkait hal itu. Penantian ini bukannya tanpa manfaat.

Tp, lagi-lagi kupikir, betapa lama sudah ak menunggu. Ternyata, dirimu lebih lama menunggu.
Ternyata, engkaulah yg ternyata lebih dahulu menungguku. Subhanallah... 😌😌💦

Tuesday, 8 September 2020

If I must die young, 
..if I MUST die a virgin.
I would die. I would embrace that fate.
Beautifully.

Thursday, 6 August 2020

Sekelebat mimpi melintas dikepala. Mimpi semalam.  Seakan akhir... baru dimulai kemarin.
Seseorang bertanya padaku hari ini, "kapan saat paling berkesan dalam hidupmu sejauh ini?" dan jawaban itu meluncur begitu saja: "ketika aku pertamakali bekerja" saat setiap harapan terasa 'mungkin', saat hidup terasa mudah dan sederhana.

Waktu, berjalan menggerus masa... memperjelas dan mengaburkan harapan, mimpi... cita.
Sepertinya aku berakhir di tengah-tengah hutan kedewasaan,
Tersesat, dengan peta di tangan. Terlalu mabuk untuk berpikir, terlalu takut untuk memulai..
perjalanan. Kurasa aku tersesat,
...dengan peta di tangan.
Renyah tawa musim bunga, sesuatu yang terasa begitu tua. Usang. 

....7/8/2020....

Kutatap mata kucing di dalam pelukan, sesuatu dalam pandangan matanya terasa familiar dengan sesuatu yang tua, usang dan kurindukan. Musim bunga. Sesuatu yang tidak mengenal dosa, bersih. Apa adanya.

Monday, 13 July 2020

... there's a glimmer of light at the top of the well. Oh Lord, 
All praise be to Allah. No one but Him. Only Him. Alhamdulilah... 

Friday, 19 June 2020

Today is still Friday,

Regardless how I feel, 
time has its own pace....

What if my sadness cools off even before Sunday?

Even though I am sad today,
I can smile tomorrow. 
I can smile anytime.
It's OK.

--- Kang Kyung-ok / Narration of love at 17

Friday, 12 June 2020

TOO YOUNG TO BURN**

**Yup! You're right. Those tittle, I stole it from one of the "Sonny and The Sunsets" song's lyrics because its hopelessly keep hummings in my head after I watch this so-so movie 🤧


I am falling... down, deep into the rabbit hole. Or at least I wish this is a rabbit hole, only a rabbit hole. Where a place called Wonderland awaiting for me deep down below. And not hell. But I know this isn't just a rabbit hole where Alice falling.
I wouldn't be that damn lucky, right?
This fall, this depressed-dark-gloomy-heavy feelings like free fall on an outer space,
is just me. Growing up. Growing old. Growing to learn the meaning of one existence in this so called life.
Right know,
one of those dark mood reign over my head. Like dark clouds that brings the breeze and the chill. 

I see things but I don't see it. My mind full of thought I didn't want to think of, or feel or see or know. And there's pitch black in my heart. I talk I walk I eat I smile I laugh yet it feels like its wasn't me talking. It wasn't me who's walking.. smiling.. laughing, eating. It's just my 'body' doing chores. Myself definitely lost. Somewhere in the wilderness. Hiding. Gazing. Drowning... On those pitch dark wilderness thought. Might be cowering. Somewhere on one of those damp and cold corner of mind. Crying. Quietly wishing that a rescue would eventually come. Or not. 

On those another moody day, I sometimes didn't really talk a whole day, prefer at my own company, or else my bad attitude would almost certainly "set a fire" and "burn" anybody near me. That's why I prefer my own company on those days. Especially those days.
Am I weird? Is this weird? I never really question it myself before. I never mind of it before because I embrace it as part of my traits. I'm not perfect, but nobody's perfect, except God, and I am grateful for the way I am made. Or being. I'm not always love it ---myself, my life or everything else around and about me, but I certainly am not always not like it either. 
That's until recently. When the middle ages slowly approaching and kick its infamous crisis down to my peaceful consciousness.
The pressure to fit in. I'm not used to it. I enjoy life being indifferent before, yet, now both my consciousness and unconsciousness keep remind me to choose once for a lifetime offer with the sounds of a watch ticking limited countdown every single second in the background. I need to hurry, yet I can't be reckless. I still enjoy this "forever young" kind of feeling, yet deep down I know there's no such things in this world that didn't wither away. I needed more amount of time, yet time was a tricky privilege which treat every single things in this whole vast universe equally. It is a foolish wimp to think that it will treat me differently, it is a big no way! I know. Yet, still I found myself miserably longing to be granted that extra time, a "time out", before I finally forced to resolve this difficult-problematic-depressing options life has gave me. I still don't want to think about it. I'm not ready! No... Not yet. Might be never.  A Peter Pan kind of wimpy-wishy-childishy-idiotic attitude, I know. Sadly enough, I know exactly what that's means too. 

This is me being stuck. In time. Yet time never wait for anybody ---anything to catch up. Some people, some miserable and foolish creature, wishing ---praying a certain stage on a river of time could be personally frozen for them. One foolish wish. 


Here's  some quotes for you, 







And if time is like a river, this ancient Greeks old man certainly is one of its kind,